MEJA BELAJAR
di mejanya, ia selalu ingin tahu
tentang buku dan alat alat tulis yang
seolah sering bertanya;
“apakah kami sedang belajar, atau
kau?”
MIMPI
semalam ia tak ingat batang hidung mimpi,
semalam ia hanyalah seekor kunang kunang
tanpa warna di mimpinya
PURNAMA
sekali lagi seorang anak menggambarnya
penuh bekas coretan pensil
merahnya pucat, luntur
ia tak lagi kelihatan seperti bulat; sebab
usia menumbuhkan liang di guratan tubuhnya
RANJANG
tempat airmata tak bisa mengumpat
sebuah dongeng dari nenek
: legenda airmata melempar suara suara burung-burung bangkai
menjelma bayi yang ditinggal ibunya
yang merengek di balik kerumun burung-burung bangkai
DERIT
seperti apakah bunyi pintu
yang dekam di kepalamu?
CRRAKKK!
lama, ia meremas sakitnya
menggilasnya dengan mesin penggiling
jadi RAUNG
AGUSTUS
: dentum bangunan pertengahan musim
berlarian mendirikan matamu yang dulu
PUISI PUISI
ke mana tinta membaringkan kalian
membacakan bunyi yang tak bisa bersuara
atas sejarah pesakitan di genggam nama doamu
FOTO
itu kau, atau mata yang mengandungmu?
- sedang yang terserak-pecah berucap pada dirinya
“selamat tinggal, mayatku tercinta.....” –
8.06.2010
PUISI PUISI YANG TERSERAK-PECAH DARI MATA DAN MENJADI....
06.43
No comments
Ambarawa-Semarang, 2010
0 pembaca kata berbicara:
Posting Komentar
silakan rawat benih ini