PERCAKAPAN ANTARA LAWRENCE DENGAN AMICHAI [1]

Terjemahan atas Pembacaan Wawancara antara Lawrence Joseph dengan Yehuda Amichai (bagian 1)

NASIHAT-NASIHAT BEN ONKRI

Bagian Satu: 15 Nukilan “A Way of Being Free” (Phoenix House, 1997)

SESEORANG TELAH MENGACAK-ACAK MAWAR-MAWAR INI

Terjemahan atas pembacaan cerpen Gabriel Garcia Marquez

CETAK ULANG: "PADA SUATU MATA KITA MENULIS CAHAYA"

Cetak ulang buku Sepilihan Sajak oleh penerbit Garudhawaca

WAWANCARA ORTOLANO DENGAN COELHO

Terjemahan atas pembacaan wawancara antara Glauco Ortolano dengan Paolo Coelho

4.21.2014

LAILA ( I )



mata kamu yang jauh, tuhan di sisi kita
dalam hening subuh, ini dingin
seperti lengang jalan-jalan
yang tumbuh pada bahu kita

laila, pada putih bayangNya
kita diskusikan cinta
dari puisi-puisi suci yang hablur



2014

4.13.2014

ANGIN APRIL


kepiluan, kekasihku
adalah rutinitas kecil
sejak mimpi-mimpi telah menghisap air
dari kemuning daun-daun bambu
di teras kamar kita.

 lalu angin membawa serta
bayang-bayang hari-hari sepi
yang tak pernah bisa kita tolak;
riuh ini tak lekas terbenam
sebagaimana bulan-bulan
yang lurus naik menumbuhi
kita dengan upacara
perayaan-perayaan nonsens

 tersebab perasaan-perasaan yang kini
menampung terlalu banyak pilu
lalu; udara basah macam apakah
yang sedang kita hirup?


 2014


4.02.2014

MALAM KEPADA PAGI KEPADA PALLAS



selamat malam para tukang bangunan,
tangan-tangan keras, kaki-kaki kapal
cuaca kami di tanah seberang
telah selamat dari pagi hari yang membusuk
menjauh dari peralatan mimpi orang-orang,
mereka yang menumbuhkan lumut-lumut
pada pondasi rumahnya sendiri
; sophia, mana kau ke manakan?



2014     

3.27.2014

QUO VADIS


kota yang karam,
takdir mencintaimu adalah jalan sunyi panjang
sisi yang jarang dilalui doa orang-orang. sebab
daripadamu ada ketakutan yang biasa memanggil
memanggil namamu.

romawi, romawi, inikah kepiluan nero atas suatu bangsa
yang bertebar kabar gembira bahwasanya api keselamatan
bersarang di antara para budak?

caesar, rabi kita seorang rasul tua berbalik arah
menyerahkan dirinya, mengaramkan kepalanya.
memilih nas yang belum digenapi
; tetelastai ?

2014 

SISHOPUS 21 ABAD



adapun jari-jarimu tumbuh dari tombol-tombol tahun
tak kenal abjad tak kenal angka, hanya simbol
yang terangkum dalam tangkapan mata;
kepala kita yang tak diragukan lagi
bisa menampung kerja

sekian segalanya kembali berjalan dari kaki diri
ke puncak diri dari batu-batu diri;
lalu kenyataan-kenyataan pahit
munculnya bukanlah sekedar sisipan,
atau pandangan kosong

abad-abad bertaruh: ini dunia harapan palsu atau
sebenarnya tak ada. orang-orang hanya menimbun
tapi selalu merasa kehilangan

adapun dewata, telah dijelmakan semesta
berabad-abad lamanya
sebelum kepahitan memiliki muasal yang sama
; dibutakan


2014

3.01.2014

BAROMETER, AWAL 2014


Hari Jumat Bulan Februari 2013, Koran Barometer menyiarkan profil abal-abal kedua saya:


SUARA MERDEKA PENGHUJUNG 2013



Profil abal-abal saya yang dimuat di Suara Merdeka di Penghujung 2013 bersama dua penulis abal-abal lainnya




2.28.2014

KEPILUAN PURBA



pada debu
pada sore
pada hujan
pada langit
dan segenap berita-berita di televisi
politik;
kemiskinan adalah saudara kandung kita
yang berwajah cemas

pada manusia
perasaan-perasaan tuhan
berjatuhan
sedalam-dalam semesta


2014

1.30.2014

PROCRUSTEAN’S BED



sementara suara-suara orang tampak sedang
diburu oleh yang jahat dan yang baik

sementara itu, sejarah kita memahami perpisahan dan pertemuan
hadir berbentuk seperti koper

(tok tok tok…)

kini januari tertidur ketika air mudah genang dan luap,
ke suatu tempat yang entah dari muara entah
dari perih mata kita

januari seperti meminta pertanggungjawaban
seseorang yang meninggalkan kita tiba-tiba
            seseorang yang juga tiba-tiba lupa
            pada jiwanya sendiri

lalu sebagian orang menjadi cemas
ada yang bermaksud tak ingin sesat pada dunia
ada yang bermaksud menghargai kata-kata
seberhala harta-tahta;

(norma, mana norma? tok tok tok…
tanya seorang tua di luar sana)

kita sama-sama memahami dari mulut mereka
telah kerap keluar pecahan angin yang menutup
halaman-halaman kosong, membiarkan waktu mendingin
sebab sesama benci menjelma lebih dari hasrat
sebentar muncul, sebentar tiada

katanya, ini waktu untuk kita tindak
tak peduli orang itu orang ini;
demikian cemas katanya lagi
di luar sana
supaya norma tak lahir atas busa-busa 
berkemas ke dalam celah-celah koper
kelak



2014

1.14.2014

AKU TAK SEDANG INGIN



ini sekian lara datang mengetuk atau mengutuk tubuh?
kau berkata senantiasa di samping, kata-katamu
menjaga baringanku dari cahaya-cahaya panjang
yang tanpa remetuk menyusup lubang kaca jendela

ini lenganku kekasih, peganglah
lengan ini tak pandai berdusta
peganglah, sebab kau tak akan pernah
dapat meminjam lara ataupun bagian
dari tubuhku yang menunjukkan ini panas
ini dingin, sebab lenganku adalah bagian
yang pernah berhasil membuat pertemuan kita
jadi satu musim sunyi saja

sekian dalam lara kata-katamu
mereka seolah bergegas dari pigura foto kita
jadi buih dalam sisa bir di pesta tadi;

aku benar tak sedang ingin
memandang langit itu
kembang api pergantian tahun
telah jauh kita selamati di malam
ketika lenganku
dingin bibir
kau pandang

           

2014


12.08.2013

BURUNG YANG MATI DI TANGAN PENYAIR


mata kebebasan sekarang diperuntukkan apatah;
orang-orang menghimpun diri untuk saling tahbis
mereka seringkali lupa, ada langit yang jarang
disentuh bahkan dibaca sebagai kitab suci kedua

sementara itu, mata seorang penyair menyibukkan
ke mana pandangan-pandangan dijatuhkan,
dengan cara apa merupakannya;
suatu ketika seekor makhluk yang mempunyai sayap
di bawah pandangannya. lalu ia mengambilnya
sebagai kematian ia candai kebebasan
sarat orang-orang buta


2013


12.03.2013

YA RAMA, HUJAN MEMBERI NYAWA DI PINGGIR KOTA



kamu tulis aduh yang jauh itu
pandangan yang tak lagi sempat mempertanyakan
hujan ini adalah bagian dari aduh itu

saudaraku, kota jiwa kita sekarang begitu tegang
sebab bulan tiba seperti mata kamu yang tak ingin
segera meninggalkan genang jalan-jalan lengang
dan rumah-rumah yang kusut

masuklah; udara sebentar lagi rampung
untuk menyamarkan jarak di pinggir kota


2013

11.22.2013

BERUNTUN MEMPERTANYAKAN KAMI



syahdan, ada yang beruntun mempertanyakan kami:
bagaimana kalian menemukan warna hijau, selain
daripada kamus daun-daun atau rerumputan?

bagaimana kalian menemukan warna kelabu,
selain daripada mendung di sarang hujan?

bagaimana kalian menemukan warna biru,
selain daripada kitab lautan dan batas langit?

bagaimana kalian....?

ada yang beruntun mempertanyakan kami
untuk mempercayai bahasa mereka
bilamana segalanya mutlak berasal
dari yang tampak

percayalah
sebab kami tak pernah percaya semata
pada rupa-rupa kulitnya, tuan jaksa!




2013

MATA KESUNYIAN YANG DIBERKATI



ada perasaan handarbeni yang mirip cabang-cabang
pohon di depan rumah kami: tua, kokoh, dan berbuah

tua:
perasaan itu ditanam sejak kami dinamai
sejak itu unsur usia yang sebenarnya tidak bisa kami bebaskan
bisa kami lalui lewat lekuk-lekuk kambium, garis-garis
yang menjadi batas antara abad dan abadi

kokoh:
karena perasaan itu berlapis adanya, bukan topeng
melainkan memang benar-benar jujur. ini kami.
murni milik kamu yang tersembunyi dan paling dasar ;
sebab kami kamu berdiri

berbuah:
kami bisa merasakannya. ia bukan datang dari lidah
yang kepanasan atau kedinginan. kami bisa merasakannya
dan bentuknya yang angslup menyerupai jiwa kami telah
semakin besar serupa pandangan keji orang-orang suci

nah, pahamkah dirimu dengan mata kesunyian kami
yang diberkati oleh orang-orang yang melupakan sejumlah
waktu sebagai luka sejarah dan air ludahnya sendiri?




2013

10.31.2013

SUNGAI EFRAT MEMBASAHI PANDANGANNYA



seperti dingin yang diperoleh
dari batu-batu musim hujan
seperti para pertapa yang hanyut
oleh gemercik gelombang sungai;
pada tangan ia menggenggam
pandangannya yang bertubi aku
sebelum menetes tenang di pagi hari

di tanah itu,
ada yang memanggil rumi
lalu mengunci pintu
ada yang memanggil gibran
lalu membuka jendela
tapi kebanyakan orang
memanggil cahaya
lalu mendirikan rumah
di tanah berpasir

ia kah sejarah yang mencuri
dan menyembunyikan cara
merawat generasi
yang membenci darah
dan mencintai muka air
di pinggiran sungai?

oleh nabi-nabi palsu
dunia tak lebih gawat
dari sebalik ayat-ayat
dari nyala matanya
yang sedikit basah


2013