PERCAKAPAN ANTARA LAWRENCE DENGAN AMICHAI [1]

Terjemahan atas Pembacaan Wawancara antara Lawrence Joseph dengan Yehuda Amichai (bagian 1)

NASIHAT-NASIHAT BEN ONKRI

Bagian Satu: 15 Nukilan “A Way of Being Free” (Phoenix House, 1997)

SESEORANG TELAH MENGACAK-ACAK MAWAR-MAWAR INI

Terjemahan atas pembacaan cerpen Gabriel Garcia Marquez

CETAK ULANG: "PADA SUATU MATA KITA MENULIS CAHAYA"

Cetak ulang buku Sepilihan Sajak oleh penerbit Garudhawaca

WAWANCARA ORTOLANO DENGAN COELHO

Terjemahan atas pembacaan wawancara antara Glauco Ortolano dengan Paolo Coelho

6.08.2009

IN NOTE

2\

CAVATINA-

Pada mulanya di petikan itu. Yang membuatmu

Terhapus dari akor-akor mayor

“Merebahlah sejenak bersamaku...”,

Akor minor menarikmu keluar


Sesaat setelah kau bosan atas ritme-ritme mono

Kau letakkan sehelai senar

Yang tadi sempat putus karena kau

Kau terlalu cepat meredam

Allegro con spirito


Cavatina. Kau sebut itu

Bukan not-not penuh. Pun kau terbingkai

Lewat tab-tab yang tak panjang

Atau di fret 7 kau mengakhirinya


Cavatina. Sebutmu


MONALISA-

Lihat matamu berkumpul sesuatu yang tak asing

Bagiku itu emas.

Emas yang tak pernah tersentuh oleh siapapun. Siapapun.

Kubilang emas itu adalah dentingmu. Dentingmu


Monalisa. Monalisa

Begitu iramamu memetik tak henti

Dawai-dawai gitar klasik yang gemetar, karena

Kau terlalu cepat mengganti arah


Tak bosan-bosannya kau melukis, menyekap dirimu

Bersama notasi-notasi yang selalu merias dirinya

Sehingga kau tak lagi terjebak dalam kemolekan

Ketika seorang penganyam nada menjumputnya


Lantas, kau meminta jarum waktu melarikan diri

Dari kubangan angka-angka

Sehingga kau cepat masuk pada titian

Chorusmu


Chord-chord itu bersemayam

Pada ritme-ritme melodis

di bawah tepukan-tepukan perkusi


tak pelak, bila

Harus rela kau menyandang

Notasi tak ditinggal sepanjang zaman


CAVATINA-MONALISA

Tepat di bingkai suaramu

Menjadikan segalanya seperti kunci-kunci

Yang kau pasang demi menyerupa

Desir angin tatkala membawamu

Di bening getar tali-tali senar


Dan syair sederhana membentukmu

Menuju notasi tanpa kata

Seiring wujud kapal jemarimu kian tebal

Menandakan sejuta nada berjejal


Salutku padamu,

Kau takkan hanyutkan keduanya

di silauan purnama


Tapi menyimpannya,

Atau merangkumnya

Dalam secarik partitur

Dan semua yang hilang

Akan mengingat


Bahwa anak-anak dawai telah menyebutmu

Pemetik yang bahagia, walau

Tak sama

Seperti yang kau peram


Cavatinamu

Monalisamu