7.28.2011

SAJAK-SAJAK KATIA KAPOVICH*


HARI SAMPAH

Mereka harus berteriak satu sama lain
karena angin pagi setelah Natal.
Aku berharap bisa melukis wajah mereka tanpa menggunakan kata-kata:
satu tinggi dan reyot, pendek dan gemuk, sedang yang lainnya
mengenakan jaket oranye kotor, celana olahraga,
dan masker wol hitam pada mulut mereka-
adalah orang-orang hari sampah.
Mereka terjebak denganku untuk melakukan sejumlah akrobat.
Gelap-biru daur ulang sampah diangkat dengan tangan berurat satu
menemukan diri dalam pelukan lain,
yang bersenandung atas apa pun yang bersenandung
kepada sopir, dan dorongan nyala stopkontak
ke atas piramida tong sampah yang dikosongkan.
Aku baru saja menaruh beberapa puisi buruk di dalamnya
puisi dari musim dingin sebelumnya, dan sekarang mereka pergi,
seperti masa Sang Buddha. Terima kasih, Bung.


MALAM FLAMENCO

Tersebab musim semi mendatangi bulan yang terlambat,
Orang-orang beramai turun ke jalan-jalan,
termasuk aku dan seorang gadis cebol.
Sebuah band sedang bermain flamenco favorit,
sedang dia berdandan, seolah-olah demi sebuah kencan
ia telah berdiri ke atas panggung
di hadapan semua orang.

Dia mulai mengetuk-ngetukkan kakinya,
sepatu hak tingginya tak tertahankan
menangkap irama tetapi tidak pernah meninggalkan tempat
di antara lampu neon di Cambridge Trust Company
dan risik padang rumput Bunga-bunga Harvard.

tangan putih pendeknya
menekan ke pelukan dadanya
yang patah hati
dan memegangnya seperti semangkuk susu.

Dia menari dan menari,
bayangnya tumbuh lebih panjang dari tubuhnya,
seperti lampu-lampu jalan Square yang berdatangan,
menghapus jejak kaki dari debu
meninggalkan cangkir-cangkir kertas untuk memutihkan
senja biasa.


(Flamenco adalah sebuah genre musik dan tari yang berasal di wilayah Spanyol selatan Andalusia di akhir abad ke-18)



TERBAKAR

Ketika hari membersihkan sampah turun ke atas rongsokan,
sebuah Balai kota dan tuan rumah Jerman kami temukan
dalam kompartemen koper kecil
mereka berbagi dengan sebuah bola dari kaus kaki, kap robek,
kau menggigil dalam celana renangmu
pada pohon beku tempat orang-orang Jerman
mendorong kami untuk bergabung dengannya demi berenang.

Aku akan mengambil arlojiku dan menguburnya di kerikil
yang mungkin menggerus pasir kekosongan,
melambaikan tangan-tangannya, mememarkan sikunya,
namun kukuku adalah sebuah kaca pembesar.
Kau meminta orang-orang Jerman untuk meninggalkan kami sendirian,
meneguk dari botol, menikahi seseorang,
tetapi dalam mimpi aku tergoda lagi
telanjang di bawah matahari musim gugur.

Satu hal terakhir sebelum aku lupa
kulit berbintik-bintik, bibir biru, suara-konyol
Aku akan mengambil kaca pembesar
dan menunjukkan apa yang kumaksudkan.




*Katia Kapovich, seorang penyair yang membawakan sajak-sajaknya dalam bahasa Inggris dan Rusia. Dia adalah penulis Rusia yang tinggal di Cambridge di tahun 2000. Aajak-sajak ini diterjemahkan oleh Ganz Pecandukata, 2011

http://www.janushead.org/10-1/kapovich.pdf

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini