8.14.2011

SEDINDING GABUS, SEPANJANG PERJALANAN YANG LANTAS KE TEMPAT SAMPAH

karena f.


2008, sketsamu berjumpalitan
sketsamu masih berjumpalitan di dinding yang terbuat dari gabus
sepertinya ingin membunyikan sesuatu tentang kebaikan dunia maya
--kita mesti jujur...kita mesti jujur
aku sempat mengiggau tentangmu dan enam belas tahun sms balasanmu
menunggui bau printer yang ngadat, lantas kapan selesai mencetak
sejarah kenapa kau putuskan untuk menemaniku sebagai lelaki

ketahuilah, sketsamu berkali-kali memanggil dingin dinding bukan tanpa alasan,
adakalanya aku tak dapat sepenuhnya mengerti bahasa
kedamaian yang hanya ada di pundakmu
lalu terpotret di sana bersama sebab-sebab takhayul
kucing hitam, bunyi gagak, kekupu cokelat, bintang jatuh,
hujan monyet, kecelakaan

aku mulai paham kalau kau tak pintar membikin puisi sampai-sampai menyesal
menangisi puisimu sehingga menggantinya sebagai musik
namun musik telah berhenti sebagai musik selain menumbuhi pemandangan berdua
mungkin sepasang kekasih yang lama jumpa. musik hanyalah diam dengan
bisikan lembut kepada telinga kita:
ya, kita tak sepatutnya berjalan
kita tak sepatutnya menempuh perjalanan
mengatur siapa yang akan menyelesaikan arah
menentukan di mana rumah yang sah

kepadamu, suatu waktu telah bersedia diketemukan oleh tempat sampah
aku meremasmu dan sketsa yang berisi pundak-pundak kita
dengan demikian kita tak perlu berkeluh kesah atas tempat
yang telah menemukan kekesahan terlebih dahulu
melepasnya ke ruang yang tak pernah terkira untuk disinggahi

barangkali, perkenankanlah aku untuk memperkenalkan diri, lagi

sejujurnya
ini aku yang mengetuk malam-malam supaya aku kau keluarkan dari bau printer
sketsa, dan 2008!



2011

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini