11.04.2011

EUROPESCHEBUURT*



karena langit terus basah

50 bangunan lupa ke mana
jalan pergi ke abadnya


kita masih menghitung lelampu yang padam
di sini dengan sekalian pencahayaan tanpa
ada banyak laron datang menyalakan kegelapan,
ruhku seolah bersegera merasuk ke perlintasan
era-era yang didirikan mengimitasi kampung asing,
padahal aku seringkali bertanya-tanya: paving-paving
inikah yang membuat kenangan melahirkan suara-suara
derap-derak orang-orang pertengahan, para pedagang,
dan runtuhan kastil--inikah jalan yang mengasingkan kotanya
sendiri, lantas kita ikut melupakan arah di mana de javanische,
de malaische, dan de chineesche kampong mempercakapkan
cuaca demi cuaca berfoto di tubuh kita melalui angin kering
yang gemetar, bergetar sampai ke ujung jari kita.
kau menanyai tentang sejarah yang tak tertuntaskan
atas segala rute jalan menuju pemukiman kolonial
bahwasanya di sinilah kesepian tetap berada di jalan
kesepian sama halnya dengan nama di balik
pendar cahaya-cahaya tua--
di sana tak ada riwayat tersembunyi
hanya saja sunyi yang terlalu basah


2011
*) adalah nama Kota Lama di Semarang pada abad 17

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini