12.20.2011

SAJAK-SAJAK JIM PASCUAL AGUSTIN

LANSKAP

sepuluh kilometer dari laut,
dua dari rentang pegunungan
menjulang di atas bagian
kota. tiga di pagi hari
mendengarkan angin
yang terdengar lebih
seperti gelombang menerjang.

rumah terlihat masih
seolah-olah ada sesuatu
terjadi. dekat gerbang
dari flat ini kami menyewa
sebuah pohon Van Gogh,
tetapi aku tak dapat melihat bintang-bintang
dari jendela yang terkunci

seperti semua pohon lain
pada seketika di kota ini,
sedang berjuang
dengan laut tak terlihat

setengah dunia jauhnya,
tanah di mana aku pertama kali
menyentuh pohon dan melihat
tertiup lanskap angin
pada kulit mereka



DALAM LABIRINMU

Anak empat bulan,
kau meratapi tanpa
air mata.

Botol di sisimu,
kerincingan bib keriput, berdetak diam,
dan ibumu,

Semua enam belas tahun dari dirinya
Aku tidak bisa mengatakan bahwa kau telah dicuri.
Mungkin sisihkan

di suatu tempat
dalam labirin
kebutuhanmu.

Mengajarkan kita,
untuk memahami
bahwasanya paling rapuh dari binatang,

Apa yang kau gelisahkan.
Tentang kesabaran kita yang diukur
pada sendok teh,

Mungkin saja itu tidak akan pernah
cukup untuk mengukirmu
demi cinta


*Jim Pascual Agustin adalah penulis Filipina yang tinggal di Afrika Selatan. Sajak-sajak tahun 1997 ini, diterjemahkan bebas oleh Ganz.

1 komentar:

silakan rawat benih ini