3.03.2013

KATA-KATA PADA LENGAN KEBEBASAN


(ia bertolak, tapi tidak untuk memeluk yang riuh
maupun yang sangsi, ibunya)


~ daripadanya tak pernah menyebut gusti;
sebab ia percaya gusti benar-benar sedang tidur
di zaman seperti ini. hanya malaikat-malaikat
dan sejumlah penebusan dari langkah-langkah
asing. orang-orang pada parade kecemasan.
benda-benda yang kini dihidupkan oleh sekian
penyair muda.

"aku tak mau terjerumus
aku tak mau terjerumus. sungguh"
,
katamu

malam itu hujan dan petir; mereka
datang bukan atas perantara dewa zeus
--sebuah perayaan telah dimaklumkan
di atas meja dan kita yang menghayati kursi;
sebelum kata-kata tiba pada waktunya
bukan semata dari bibir atau pikir. ia
tidak ingin memaklumi sartre ataupun
nietzsche...ada yang ingin kembali
setelah dulu sekali dikenangkan.
tapi bukan aku-aku

~ daripadanya foto-foto tangan menggenggam
digarisbawahi. kejadian kemudian berkata-kata
seperti gaya bercerita seorang dosen yang
sebentar tak ingin menarik tubuhnya dari kursi;
sepanjang kelas, pikiran ini bertaruh:
aku atau kamu yang menjadi
puisi-puisi kaum sufi di hadapan gusti

di sampingku kini, kata-kata ingin dilepas
bukan cuma sebagai pembaca


2013

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini