7.05.2015

KEPADA UR


rindu sekerat, jarak semusim
ur yang kusebut namamu berulang;
nama yang disucikan oleh jalan derita
bahwasanya hidup adalah ruang belajar
liku laku prihatin

pada malam, orang-orang sibuk
mengenakan busana baru, aku terantuk
sengat cahaya-cahaya sebelum benar-benar
keluar dari pandangan kota yang ditinggalkan
sejarahnya sendiri

ur, ataukah cahaya-cahaya lampu itu
yang meniadakan rasa kasmaran kita
kepada yang mahakuasa, sebab mulanya
kita buta dan tak bernama ?


2015

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini