11.16.2010

PUISI NAFISATUL W.*


Kami berduka, kami tersenyum**


Lereng Merapi

di tanah ini daku terlahir

di tanah ini bencana terjadi

di tanah ini harapan kami

di tanah ini peluh kami tercurah

doa berbulir air mata

saat bencana hadir tiada duga

detik waspada tanpa jengah, posko-posko berdiri

bertahan nyawa dikandung badan

Lava pijar, lahar dingin, abu bertebaran

Ibu-anak mati berpelukan

Duka-air mata

Sudah tanpa henti di bumi pertiwi

Kami berduka, kami tersenyum

Kami bisa, kami bangkit

Selalu ada tangis, selalu ada tawa

Selalu ada hikmah, selalu ada cerita






















Muntilan, 2010

*siswi kelas I SMA

**salah satu puisi yang saya himpun dari salah seorang remaja korban dampak bencana merapi

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini