7.22.2011

SAJAK-SAJAK OUYANG YU



JANGAN BERKATA


Betapa sepinya dirimu
Ada begitu banyak pohon di sekitarmu
Berdiri dengan begitu terpisah
Bahwa mereka tidak pernah berbahasa satu sama lain dalam gelap

Ketika kau berjalan pulang larut malam
Seseorang mengangkat bara api dari panci api
Betapa kau memiliki perasaan
Bahwa itulah kehidupan

Sama halnya seperti kau masuk pintu
Lalu bayanganmu membuat suara
seketika kau melihat ke belakang dan melihat bahwa itu adalah anjing tanpa rumah
Seketika itulah kau berpikir, puisi ini dituliskan



MINGGU, 22 AGUSTUS 2004

Pukul 4.09, Minggu sore, 22 Agustus 2004
Saat itu di luar hujan sangat deras
Hujan terdengar di dalam rumah
Ouyang Yu sedang mengetik
Menulis puisi ini
Bel oven di dapur berbunyi
Suara sorak Olimpiade memenuhi ruang tamu
Dan Ouyang Yu telah sedang menerjemahkan di rumah sepanjang hari
Langit berubah abu-abu, berganti kuning
Lampu menyala di rumah

Ketika Ouyang Yu selesai menulis puisi
di pukul 4.12, Minggu sore, 22 Agustus 2004



MUSIM DINGIN

Sehari-hari dengan matahari aku terbang sendiri
Di ambang jendela ruangan ini

dia telah lama mati
Tapi aku masih hidup



LAMPU

Aku menyalakan semua lampu
Dalam ruangan yang tidak terlalu besar ini
Aku menyalakan semua lampu
Dua lampu di atas kepala tempat tidur
Satu lampu di kedua sisi cermin di dinding yang berlawanan
Satu lampu yang berdiri di sudut
Tabung ini seperti lampu berwarna susu
Dan pada sebuah lampu pijar di sisi tempat tidur
aku menyalakan mereka semua
Mereka tidak tahu mengapa aku
Menyalakan mereka semua
Sementara di ruang bintang-4,5 ini
Malam jatuh dengan cepat


(Ouyang Yu, seorang penyair Cina yang tinggal di Australia di abad 20.
Sajak ini diterjemahkan oleh Ganz Pecandukata, 2011)

sumber: http://www.janushead.org/11-1/Yu.pdf

0 pembaca kata berbicara:

Posting Komentar

silakan rawat benih ini